Oke, hari ini gue baru selesai baca buku ke 5 nya Raditya Dika yg judulnya Marmut Merah Jambu. Dan seperti sebelum-sebelumnya kalo baca bukunya Raditya Dika pst gue minjem sm temen haha. Kali ini gue minjemnya sm sani pulang sekolah pas abis cap 3 jari. Bukunya kali ini cukup tebel gak kaya buku-buku sebelumnya. Hm menurut gue lumayan bagus bukunya, msh sama kaya dulu bahasanya kocak dan penuh dgn kejadian-kejadian abstrak, tapi di buku ini ceritanya agak sedikit ‘berat’ . kenapa berat? Karena ada batu kalinya. Oke gak lucu! Ya jadi gitu ‘berat’ nya karena ya menurut gue ‘berat’ aja. Gak kaya yg sebelumnya yg kayanya kalo menurut gue ‘enteng’(apaan coba berat-enteng-berat-enteng). Terus disini ngebahas tentang kisah cintanya si penulis, dari jaman SMP sampai sekarang. Yang bikin gue ‘agak –gimana-gitu’ yaitu cerita yang bab pertama, cinta diam-diam. Dan di paragraph terakhirnya ditulis gini :
“Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka Cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pegharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanya merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.”
Sedaaaap!! Bahasanya cangcing abisss. Yang terakhir-terakhir ada yang mirip-mirip liriknya maliq tuh ‘yang kau inginkan tak selalu yang kau butuhkan’ haha mungkin penulisnya abis dengerin lagu mata,hati,telinga. Oke gak penting. Terus apalagi ya bagian yang gue suka hmm..oia yg di cerita dabel trabel :
‘kalau mimpi kita ketinggian, kadang kita perlu dibangunkan oleh orang lain’
hahaha kenapa bagian ini? Ya karena gue inget waktu itu gue,anya,nadira mengkhayal tentang idola sampai tinggiiiiiiii bgt sampe-sampe laila yg disebelah gue ngomong gini ‘ya,setelah anda mendengar tepuk tangan yang sangat keras, anda akan terbangun dari tidur anda’ hahaha. Sebenernya sih gak hanya karena itu aja sih, tapi karena yang lain juga. Gue punya banyaaaaaaak bangeeeet cita-cita dan harapan yang gue impikan, yang udah gue susun rapi yang kelak cepat atau lambat itu semua bakal tercapai (amin), ya walaupun ada sebagian yang gak mengerti cita-cita gue. Dan ada juga yang menurut gue itu terlalu ketinggian, tapi gue percaya impossible is nothing. ! gak ada yang gak mungkin di dunia ini, kalau yang Maha Kuasa berkehendak ya kunfayakun (sedaaab!!!).
Jadi, ayo kita bermimpi!!! Bercita-citalah setinggi-tingginya. Tapi kalo punya cita-cita tinggi dan gak dibarengin usaha untuk ngelakuinnya sama aja bohong, sampe ada babi hamil diluar nikah juga gak akan kesampean. Eeh tapi tunggu deh, gue bingung, katanya ada yang bilang ‘jangan mimpi tinggi-tinggi deh lo, entar kalo gak kesampean jatuhnya sakit’ tapi ada juga yang bilang ‘jangan takut buat punya mimpi yang besar dan tinggi’. Nah dua kalimat itu sering gue omongin tuh, tapi gue gak tau yang mana yang bener. Oke deh terlepas dari mana yang bener atau salah dari kedua kalimat itu, yang penting kita harus punya cita-cita dan mimpi-mimpi buat masa depan kita yang cerah nanti. Gak mau kan nanti kalo lo udah berkeluarga gara-gara sekarang lo gak punya cita-cita dan mimpi yang lo rencanain dengan baik serta lo gapai dgn niat yang sangat, lo nanti kerjanya jadi tukang ketoprak atau tukang cilok yang jualannya di depan sekolahan? Nah maka dari itu, mulai deh sedikit sedikit kita menyusun planning buat hidup kita nanti,walaupun nanti hasilnya gak sesuai sama yang kita inginkan. Mungkin itu emg yang terbaik buat kita (sedaaab). Ya tapi beda cerita sih kalo emg lo sekarang udah bercita-cita kalo gede nanti beneran mau jadi tukang ketoprak atau cilok yang yang pingin makanannya di gemari mahkluk keren kaya gue hahahaha.
Sekian dan salam dangdut. Seeeeeeerrrrrrr
silmi :)
“Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka Cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pegharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanya merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.”
Sedaaaap!! Bahasanya cangcing abisss. Yang terakhir-terakhir ada yang mirip-mirip liriknya maliq tuh ‘yang kau inginkan tak selalu yang kau butuhkan’ haha mungkin penulisnya abis dengerin lagu mata,hati,telinga. Oke gak penting. Terus apalagi ya bagian yang gue suka hmm..oia yg di cerita dabel trabel :
‘kalau mimpi kita ketinggian, kadang kita perlu dibangunkan oleh orang lain’
hahaha kenapa bagian ini? Ya karena gue inget waktu itu gue,anya,nadira mengkhayal tentang idola sampai tinggiiiiiiii bgt sampe-sampe laila yg disebelah gue ngomong gini ‘ya,setelah anda mendengar tepuk tangan yang sangat keras, anda akan terbangun dari tidur anda’ hahaha. Sebenernya sih gak hanya karena itu aja sih, tapi karena yang lain juga. Gue punya banyaaaaaaak bangeeeet cita-cita dan harapan yang gue impikan, yang udah gue susun rapi yang kelak cepat atau lambat itu semua bakal tercapai (amin), ya walaupun ada sebagian yang gak mengerti cita-cita gue. Dan ada juga yang menurut gue itu terlalu ketinggian, tapi gue percaya impossible is nothing. ! gak ada yang gak mungkin di dunia ini, kalau yang Maha Kuasa berkehendak ya kunfayakun (sedaaab!!!).
Jadi, ayo kita bermimpi!!! Bercita-citalah setinggi-tingginya. Tapi kalo punya cita-cita tinggi dan gak dibarengin usaha untuk ngelakuinnya sama aja bohong, sampe ada babi hamil diluar nikah juga gak akan kesampean. Eeh tapi tunggu deh, gue bingung, katanya ada yang bilang ‘jangan mimpi tinggi-tinggi deh lo, entar kalo gak kesampean jatuhnya sakit’ tapi ada juga yang bilang ‘jangan takut buat punya mimpi yang besar dan tinggi’. Nah dua kalimat itu sering gue omongin tuh, tapi gue gak tau yang mana yang bener. Oke deh terlepas dari mana yang bener atau salah dari kedua kalimat itu, yang penting kita harus punya cita-cita dan mimpi-mimpi buat masa depan kita yang cerah nanti. Gak mau kan nanti kalo lo udah berkeluarga gara-gara sekarang lo gak punya cita-cita dan mimpi yang lo rencanain dengan baik serta lo gapai dgn niat yang sangat, lo nanti kerjanya jadi tukang ketoprak atau tukang cilok yang jualannya di depan sekolahan? Nah maka dari itu, mulai deh sedikit sedikit kita menyusun planning buat hidup kita nanti,walaupun nanti hasilnya gak sesuai sama yang kita inginkan. Mungkin itu emg yang terbaik buat kita (sedaaab). Ya tapi beda cerita sih kalo emg lo sekarang udah bercita-cita kalo gede nanti beneran mau jadi tukang ketoprak atau cilok yang yang pingin makanannya di gemari mahkluk keren kaya gue hahahaha.
Sekian dan salam dangdut. Seeeeeeerrrrrrr
silmi :)
Komentar